generasimaju.com – Kedua, Storytelling Class. “Di sini saya berbagi pengalaman, trik dan tip mendongeng terbuka untuk siapa pun yang mau belajar. Tanpa biaya. Soalnya, tak sedikit yang bilang, mendongeng itu sulit, harus bisa menirukan banyak suara, memiliki perlengkapan dan lainnya. Padahal, dongeng itu mudah dan bisa dilakukan siapa saja dengan cara apa pun. Pesertanya dari berbagai kalangan seperti karyawan, mahasiswa, dan lainnya.

Ketiga, Storytelling Campaign yaitu upaya menyebarkan virus mendongeng melalui sosial media. “Kami jelaskan mengenai pentingnya dongeng bagi siapa saja, terutama anak, juga bagaimana mudah dan sederhananya dongeng itu dilakukan.” Dongeng bukan hanya sebelum tidur, bisa kapan saja dan dimana saja. Kampanye dilakukan melalui twitter @ayodongeng_ind dan Facebook Ayo Dongeng.

Banyak yang melontarkan pertanyaan, bagaimana cara mendongeng. Menurut Kak Aio, dongeng itu curhat. Secara alami ketika curhat akan disertai eskpresi, penekanan suara, dan gerakan tangan. Dongeng tak harus ada boneka, atau dengan menyuarakan banyak suara. Modalnya jujur saja, menceritakan berbagai hal. Dengan jujur bercerita, kelak anak juga jujur pada orangtua. Kalau ada masalah, yang pertama kali dicari adalah orangtua. “Momen sedih atau senang, ia akan bercerita pada orangtua.

Buku Menyenangkan

Kak Aio mengaku, buah hatinya adalah “korban’” dongeng dirinya dan sang istri. “Istri saya yang paling aktif mendongengkan terutama melalui buku. Di usianya sekarang yang baru dua tahun, ia sudah hafal alphabet dari A-Z, bahkan sudah tahu huruf-huruf yang menyusun namanya.”

Itulah mengapa si kecil disebutnya “kelinci percobaan”. “Anak dipangku dan dibacakan buku dengan menunjukkan huruf-hurufnya. Ini adalah pendidikan literasi buat anak supaya gemar membaca dan bisa membaca. Pengalaman bagi anak bahwa buku itu menyenangkan apalagi kalau diceritakan dengan menarik.

Setelah ia senang dengan buku, ia akan jadi terbiasa membaca. Imajinasinya pun makin berkembang. Sekarang ke mana-mana pasti tak hanya bawa mainan tapi juga buku untuk diceritakan di perjalanan.” Dewasa ini, aplikasi dongeng yang dapat didownload melalui gadget, tentu memudahkan orangtua.

Aplikasi ini praktis tinggal digeser-geser, anak sudah bisa didongengi berbagai cerita. “Dengan teknologi, anak cepat banget belajar. Akan tetapi, penggunaan teknologi seperti ini harus didampingi. Kalau tidak, anak kurang memiliki interpersonal skill,” ujar Kak Aio mengingatkan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *